Bedah plastik payudara saat ini sudah banyak dilakukan sebagian besar wanita di dunia. Baik untuk tujuan pembesaran, pengecilan, maupun pengencangan. Prosedur ini melibatkan tahapan medis yang sistematis demi menjamin keamanan dan hasil yang optimal. Mengingat bahayanya yang bisa saja terjadi pastikan untuk memahami prosedurnya terlebih dulu.
Beberapa Langkah Awal hingga Akhir Menjalankan Bedah Plastik Payudara
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum menjalankan operasi. Apalagi operasi yang dilakukan ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan.
Konsultasi dan Perencanaan
Pada fase ini, dokter akan mengevaluasi riwayat kesehatan dan kondisi fisik pasien. Melakukan pengukuran anatomi payudara secara mendetail, mendiskusikan pilihan teknik, jenis implan (jika diperlukan), dan letak sayatan. Memberikan instruksi persiapan, seperti menghentikan konsumsi obat pengencer darah dan berhenti merokok minimal dua minggu sebelum tindakan.
Tahap Pembiusan (Anestesi)
Demi kenyamanan dan keamanan pasien selama prosedur berlangsung, dokter akan memberikan anestesi. Biasanya, bedah plastik payudara dilakukan di bawah anestesi umum (bius total), sehingga pasien akan tertidur selama operasi. Dalam beberapa kasus ringan, bius lokal dengan sedasi intravena mungkin menjadi pilihan.
Proses Pembedahan dan Insisi
Setelah pasien terbius, dokter akan membuat sayatan (insisi). Lokasi sayatan sangat bergantung pada jenis prosedur dan hasil akhir yang diinginkan misalnya sayatan di sekitar tepi puting, pada lipatan bawah payudara (paling umum untuk implan). Selain itu, sayatan di area ketiak untuk meminimalkan bekas luka di payudara.
Jika tujuannya adalah pembesaran, implan akan ditempatkan baik di bawah otot dada atau langsung di belakang jaringan payudara.
Penutupan Sayatan
Setelah struktur payudara diperbaiki atau implan terpasang dengan simetris, dokter akan menutup sayatan.
Masa Pemulihan (Recovery)
Setelah operasi selesai, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan. Beberapa hal yang biasanya dialami yaitu pemasangan perban elastis atau bra pendukung khusus untuk meminimalkan pembengkakan. Drainase medis (opsional) untuk mengeluarkan cairan berlebih. Biasanya pasien dilarang mengangkat benda berat selama 4–6 minggu.
Prosedur bedah plastik payudara ini menjadi bagian penting yang harus diperhatikan. Keberhasilan operasi ini sangat bergantung pada kepatuhan pasien terhadap instruksi dokter dan pemilihan tenaga medis yang bersertifikasi.
